Nursing Leadership and Management

Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan

Strategi Membangun Kerjasama Antara PSIK – Rumah Sakit

Posted by Afandi on December 20, 2008

STRATEGI MEMBANGUN KERJASAMA ANTARA PSIK – RUMAH SAKIT

Moh. Afandi

Pendahuluan

PARADIGMA BARU

MEMBANGUN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN KEPERAWATAN
“MUTLAK DILAKUKAN”

Rumah Sakit Pendidikan Keperawatan

Melaksanakan Asuhan Keperawatan profesional oleh perawat profesional

Menerapkan dan mengembangkan model praktek keperawatan profesional (MPKP)

Terdapat komunitas keperawatan profesional

Mempunyai kemampuan melakukan transformasi perilaku kpd peserta didik

RS harus sudah lulus akreditasi RS minimal untuk 5 pelayanan

Membangun Komitmen untuk praktik klinik keperawatan:

Direksi

Keperawatan

Pengembangan SDM Keperawatan di RS

è sertifikasi

Pembimbing yang terstandardisasi à bila sudah memenuhi sarat à “dosen luar biasa” atau “Pendidik klinik”

Pengembangan model praktik keperawatan (MPKP) di RS menjadi tanggung jawab bersama antara PSIK dan RS

MEMBANGUN KRITERIA RS Pendidikan Keperawatan

Rumah Sakit – Tempat Pembelajaran Klinik Keperawatan

Profesi perawat merupakan penentu mutu, citra pelayanan dan bisnis RS

Profesi perawat merupakan penentu mutu, citra pelayanan dan bisnis RS

Profesi perawat merupakan penentu mutu, citra pelayanan dan bisnis RS

Rumah sakit merupakan salah satu sarana penting untuk mengembangkan pengalaman belajar klinik.

Penampilan profesional pada peserta didik tergantung dari pada keadaan jaringan tempat praktik yang digunakan, terutama rumah sakit pendidikan

PBK (

Pengalaman belajar klinik)

pada pendidikan tinggi keperawatan mutlak diperlukan untuk menumbuhkan dan membina kemampuan dan sikap keperawatan profesional

Masalah Keperawatan di Rumah Sakit Pendidikan

Mutu asuhan keperawatan di RSP masih beragam, ada RSP yang belum menerapkan model praktik keperawatan profesional (MPKP)

Belum ada “dosen luar biasa” atau “Pendidik klinik” di RSP yang ada baru clinical instructur

Kurikulum pendidikan keperawatan belum seluruhnya sesuai dengan kebutuhan pasar apalagi untuk pasar internasional

Belum ada Buku Pedoman Standar Rumah Sakit untuk Praktik Klinik Keperawatan

Mempersiapkan RS Pendidikan Keperawatan

Pimpinan RS menerima dan mampu melakukan pengembangan pelayanan / asuhan keperawatan profesional. Contoh pembentukan MPKP

Lingkungan RS menerima perubahan yang akan terjadi dengan segala akibatnya

Para “perawat profesional” dalam komunitas profesional, memiliki sikap dan kemampuan praktek keperawatan ilmiah

PERAN RUMAH SAKIT BAGI PSIK

Membangun kerjasama dan hubungan baik antara RS dan PSIK

Kerjasama dalam bentuk “Piagam Kerjasama” dengan prinsip “win-win solution”

Adanya integrasi antara pelayanan dan pendidikan, tidak saling mengganggu

Kecukupan rasio mahasiswa dengan pasien dan pembimbing klinik

RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

KETERANGAN

RS Home Based adalah RS yang digunakan untuk melaksanakan kepaniteraan klinik secara penuh untuk semua stase/bagian

RS Jaring adalah RS yang digunakan untuk menambah pengalaman klinik dan pengkayaan jenis kasus

LANGKAH-LANGKAH KERJASAMA DENGAN RS PENDIDIKAN

1. Perjanjian Kerjasama “MoU” antara pimpinan institusi: Rektor/ketua STIkes dengan Pemda dan antara Dekan/Kaprodi dengan Direktur RS

2. Setiap Ners yang terlibat pembimbingan Mhs diangkat sebagai “preseptor” dengan SK Dekan

3. Membentuk Komite Pendidikan Profesi Ners di RS

4. Menempatkan Tata Usaha (TU) profesi di RS

5. Setiap pengiriman Mhs diserahkan secara formal oleh pimpinan

6. Melakukan supervisi dan evaluasi berkala secara formal

7. Melengkapi sarana dan prasarana untuk pendidikan profesi di RS

LANGKAH-LANGKAH KERJASAMA DENGAN RS PENDIDIKAN

8. Menunjuk PJ II yang berperan sebagai penanggungjawab pembiayaan dan anggaran

9. Pengaturan jumlah pengiriman Mhs

10. Antusiasme dan komitmen para pimpinan dan preseptor merupakan modal kerjasama

11. Adanya jadwal Supervisi dan pertemuan berkala sebagai komunikasi dan koordinasi

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PENINGKATAN KUALITAS

KUALITAS PROGRAM:

– Pemantapan Kurikulum klinik

– Strategi Pembelajaran Klinik

– Modul Pembelajaran Klinik (Study Guide)

KUALITAS ACTION:

– Proses Pembelajaran,

– Evaluasi Proses Pembelajaran

KUALITAS RESOURCES:

– Ruang Diskusi

– IT & Alat-alat pendudung

– Preseptor

– TU

– Koners

UPAYA MENJAGA MUTU

Penerbitan: Panduan Umum, Logbook utk Mhs dan Preseptor, Study Guide semua bagian.

Model pembelajaran yang tersetruktur

Evaluasi secara berkala

Dosen PSIK terjadwal jaga di RS

Workshop dan pelatihan bagi preseptor

Ujian Kompre: di Klinik dan Mini-hospital

Penguji di RS dr Sardjito

NCLEX Computer based test

TOEFL

HAMBATAN DALAM KERJASAMA DENGAN RS PENDIDIKAN

PSIK adalah pihak yang menumpang pada RS

Tugas utama perawat adalah pelayanan pasien di RS

Kompetensi yang dibuat PSIK kurang di pahami preseptor di RS

Belum semua perawat mendapat TOT

PSIK swasta dibanding negeri seringkali diasumsikan banyak dananya.

Tidak semua RS memiliki fasilitas dan SDM yang sesuai

Kurangnya koordinasi PSIK dengan RS

Adanya Standar Asuhan Kep. (SAK) di RS yang berbeda shg membinggungkan mhs

Banyak RS Pendidikan digunakan oleh berbagai institusi

TERIMA KASIH

SEMOGA BERMANFAAT

Dalam rangka pendidikan keperawatan, rumah sakit merupakan fasilitas pendidikan yang mutlak harus ada

Rumah sakit merupakan tempat mengembangkan pengalaman belajar klinik dan sosialisasi profesionalisme perawat

Sebagai tempat penumbuhan dan pembinaan kemampuan dan sikap profesional

3 Responses to “Strategi Membangun Kerjasama Antara PSIK – Rumah Sakit”

  1. ade said

    assalamualaikum. mas afandi tulisannya bagus n real.ade mo minta pendapat, coz ade new CI di RS.sebenarnya jadwal praktek mhs diRS siapa yang menentukan?apakah ada standarnya, tq

  2. Afandi said

    Jawaban saya melalui email, silahkan buka email masing2. Thanks,

  3. Mas Afan said

    Wa’alaikumussalam
    Hi Ade, Terimakasih anda berkunjung diblog saya.
    Mengenai jadwal Mahasiswa:
    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, 1. Model pendidikan Yang diterapkan, 2. Kondisi RS dan Pendidikan, 3. SDM.

    Model pendidikan diklinik, seharusnya ada Komite Pendidikan Klinik (Anggota: Dari Pendidikan dan RS). Komite ini punya kewenangan untuk berbagai hal, misal penentuan jadwal, administrasi, dan berbagai aturan.

    Kondisi RS dan Pendidikan, Persoalan ini sering jd dilemma. misal Kondisi RS yang sangat membutuhkan tenaga shg penentuan jadwal mhs sangat membantu kinerja RS. Ada juga Pendidikan yang lemah sehingga menyerahkan semua jadwal dan kegiatan ke pihak RS. Ini sering jadi masalah shg biasanya yang menentukan jadwal mana yang lebih dominan.

    SDM, Orang yang bertanggung jawab terhadap kegiatan mhs, ini bisa dari RS maupun Pendidikan. Biasanya yang dilakukan adalah membuat kesepakatan antar kedua belah pihak baik secara formal maupun informal.

    Jadi kesimpulannya tidak ada aturan baku, Di luarnegri pengalaman saya juga hampir sama spt diatas, bahkan ada model Agency sebagai pihak ke tiga.
    Untuk penghitungan jumlah Mhs tiap bangsal itu ada rumusnya.

    Ok Terimakasih
    Sukses buat Anda

    Wassalamu’alaikum

    Moh. Afandi
    PSIK FK UMY
    https://mohafandi.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: